Mengatasi Bau Badan

| November 12, 2010 | 0 Comments

Bau badan atau yang sering kita sebut dengan istilah BB dapat mengganggu segala aktivitas penderita bahkan lingkungan, sebab bau badan ini dapat menyebar, apalagi jika berada di dalam ruangan ber-AC. Pada dasarnya bau badan berasal dari keringat, namun demikian keringat sebetulnya tidaklah berbau. Hanya saja ketika badan berkeringat, bakteri yang ada di udara mulai berkembang dengan cara menempel pada kulit yang basah oleh keringat. Bakteri itulah yang kemudian mengeluarkan aroma tidak sedap. Terlebih jika kebersihan tubuh kurang begitu diperhatikan, maka bakteri akan semakin berkembang sehingga bau badanpun semakin menyengat.
Sebenarnya tubuh manusia memiliki mekanisme biologis yang lengkap untuk mempertahankan hidup. Salah satunya adalah mekanisme sistem pendingin otomatis yang menjaga suhu badan supaya dapat dalam keadaan tetap konstan. Hal ini dilakukan dengan cara mengeluarkan keringat yang dikontrol oleh saraf otonom parasimpatis dan berpusat di batang otak. Karena itu, keringat sebenarnya berfungsi untuk menjaga stabilitas suhu tubuh yang sering kali menghasilkan aroma yang tidak sedap dengan kadar yang berbeda-beda.

Keringat keluar melalui kelenjar keringat. Ada dua jenis kelenjar keringat pada tubuh, yaitu apokrin dan ekrin. Kelenjar apokrin tidak tersebar banyak di kulit. Fungsi dari kelenjar apokrin tersebut yaitu menghasilkan cairan yang kental dan keruh serta menjadikan keringat berbau tidak sedap. Biasanya kelenjar tersebut terdapat pada ketiak, kemaluan, sekitar anus, pusar, dan bagian luar telinga. Sedangkan kelenjar ekrin yaitu memproduksi cairan jernih dan encer yang merupakan unsur paling dominan dari air keringat.

Jumlah sekresi kelenjar ekrin memang jauh lebih banyak daripada sekresi apokrin. Kedua jenis kelenjar keringat tersebut paling aktif dan paling banyak terdapat pada kulit ketiak dibandingkan dengan kulit bagian tubuh lainnya. Proses kerja dari kedua jenis kelenjar ini muncul ke permukaan kulit sebagai keringat. Keluarnya keringat yang dikontrol oleh saraf otonom parasimpatis merupakan reaksi dari kebutuhan untuk menyejukkan diri. Misalnya, ketika suhu tubuh naik akibat aktivitas fisik atau cuaca panas, tubuh mengeluarkan keringat untuk mencegah agar badan tidak mengalami pemanasan yang tidak normal. Bau badan akan semakin tajam/menyengat pada orang yang memiliki kondisi psikis yang labil, serta mereka yang mudah marah atau temperamental, dan yang produksi hormon androgennya lebih aktif.

Orang dengan kondisi psikis labil sering ditandai dengan keluhan sakit pada ulu hati atau lambung. Pola makan tertentu juga dapat mempertajam aroma keringat. Pengkonsumsian makanan yang tinggi kalori (tinggi karbohidrat dan lemak) dapat mengakibatkan bau badan lebih menyengat dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori. Sebab makanan tinggi kalori memudahkan seseorang memproduksi lemak dan keringat. Terlebih jika pengkonsumsiannya secara berlebihan. Namun bagi mereka yang melakukan diet, makan berserat tinggi (sayuran dan buah-buah) sedikit kemungkinan terkena bau badan. Karena itu, menghindari efek samping timbulnya bau badan perlu kita lakukan seperti perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar, perbanyak minum air putih, teh kental, kacang kedelai, dan lain-lain.

Berikut beberapa tips cara mencegah bau badan dengan cara alamiah :

  • Jaga selau kesehatan kulit tubuh.
  • Bila keringat keluar banyak maka tubuh akan terasa lengket, untuk menyegarkan dan membersihkannya segera mandi.
  • Segera cuci rambut setelah melakukan olahraga sebab rambut berminyak sebetulnya bukan pada rambutnya tetapi pada kulit kepala dan keringat yang banyak keluar akibat berolahraga akan diserap oleh rambut.
  • Konsumsi daun bluntas dan kemangi sebagai lalapan secara teratur.
  • Daun bluntas segar secukupnya dihaluskan lalu tambahkan air matang dan garam masing-masing secukupnya, lalu diminum.
  • 20 gram temulawak segar + 15 gram kunyit segar direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring lalu diminum. Lakukan sehari 2 kali.
  • Daun sirih segar secukupnya direbus dengan air secukupnya, lalu airnya digunakan untuk membersihkan ketiak.
  • Biji lengkeng secukupnya + tawas bakar secukupnya + bubuk belerang secukupnya dihaluskan lalu dioleskan pada ketiak.

Incoming search terms:

Lihat Artikel Menarik Lainnya

Tags: , , , , ,

Category: Kesehatan, Pengobatan alternative

About the Author (Author Profile)

Comments (0)

Trackback URL | Comments RSS Feed

There are no comments yet. Why not be the first to speak your mind.

Leave a Reply